1. Tujuan Pemasaran
Adanya
ungkapan yang menyatakan bahwa tak ada satu pun yang terjadi sampai adanya
penjualan ini mengandung kebenaran, dunia bisnis dapat menginvestasikan uang
dalam produksi, manajemen tetapi jika tidak menyediakan produk yang sesuai buat
pasar, waktu, tempat dan harga yang tepat, maka semua usaha bisnisnya akan
sia-sia. Kesukesesan suatu bisnis ditentukan oleh perjuangan pasar, dalam hal
ini kita harus mengerti bagaimana marketing mempengaruhi kehidupan bisnis,
terlebih dahulu harus mengetahui bagaimana peranan marketing dalam masyarakat.[1]
Setiap
tindakan yang dilakukan apakah oleh perusahaan atau badan usaha tentu
mengandung suatu maksud dan tujuan tertentu. Penetapan tujuan ini di sesuaikan
oleh keinginan pihak manajemen itu sendiri. Badan usaha dalam menetapkan tujuan
yang hendak dicapai dapat dilakukan dengan berbagai pertimbangan matang.
Kemudian diterapkan cara-cara untuk mencapai tujuan tersebut.
Dalam
praktiknya tujuan suatu perusahaan dapat bersifat jangka pendek maupun jangka
panjang. Dalam jangka pendek biasanya hanya bersifat sementara dan juga
dilakukan sebagai langkah untuk mencapai tujuan jangka panjang. Demikian pula
dalam hal menjalankan kegiatan pemasaran suatu perusahaan memiliki banyak
kepentingan untuk mencapai tujuan yang diharapkan.
Secara
umum tujuan pemasaran bank untuk mecapai adalah untuk:[2]
a. Memaksimumkan konsumsi atau
dengan kata lain memudahkan dan meransang konsumsi, sehingga dapat menarik
nasabah untuk membeli produk yang ditawarkan bank secara berulang-ulang.
b. Memaksimumkan kepuasn pelanggan
melalui berbagai pelayanan yang diinginkan nasabah. Nasabah yang puas akan
menjadi ujung tombak pemasaran selanjutnya, karena kepuasan ini dapat di
tularkan kepada nasabah malalui ceritanya (getuk tular).
c. Memaksimumkan pilihan (ragam
produk) dalam arti bank menyediakan berbagai jenis produk sehingga nasabah
memiliki beragam pilihan pula.
d. Memaksimumkan mutu hidup
dengan memberikan berbagai kemudahan kepada nasabah dan menciptakan iklim yang
efesien.
Kepuasan
pelanggan dalam dunia perbankan harus diartikan secara menyeluruh, jangan
sepotong-potong. Artinya, nasabah akan merasa puas bila komponen kepuasan tersebut dapat
terpenuhi secara lengkap. Berikut ini kepuasan nasabah dalam dunia perbankan
sebagai berikut:[3]
a. Tangibles
Merupakan
bukti fisik yang harus dimiliki oleh karyawan bank,seperti gedung, perlengkapan
kantor, daya tarik karyawan, sarana komunikasi, dan sarana fisik lainya. Bukti
fisik ini akan terlihat secara lansung oleh nasbah. Oleh karna itu, bukti fisik
ini harus menarik dan modern.
b. Responsivitas
Yaitu
adanya keinginan dan kemauan dalam memberi pelayanan kepada pelanggan. Unutu
itu npihak manajemen bank perlu memberi motivitas yang besar agar seluruh
karyawan bank mendukung kegiatan
pelayanan kepada nasabah tanpa pandang bulu. Akan lebih baik jika notivasi yang
diberikan kepada kryawan akan memperoleh imbalan yang sesuai denagn
kemampuannya.
c. Assurance
Adanya
jaminan bahwa karyawan memilki pengetahua,kompetensi kesopanan,dan sifat atau
perilaku yang dapat di percaya. Hal ini penting agar nasabah akan transanksi
yang mereka lakukan benar dan tepat sasaran.
d. Reliabilitas
Yaitu
kemampuan bank dalam memberikan pelayanan yang telah di janjikan dengan
cepat,akurat serta memuaskan pelanggannya. Guna mendukung hal ini maka setiap
karyawan bank sebaiknya di berikan pelatihan dan pendidikan guna meningkatkan
kemampuannya.
e. Empati
Yaitu
mampu memberikan kemudahan serta menjalin hubungan dengan nasabah secara
efektif. Kemudian juga mampu memahami kebutuhan individu setiap nasabahnya
secara cepat dan tepat. Dalam hal ini masalah produser kerja dan di hubungkan
dengan tingkat pelayanaan kepada nasabah.
Adapun
menurut Bukhari Alma tujuan pemasaran ada tiga, diantaranya adalah sebagai
berikut : [4]
a. Mencapai volume penjualan
tertentu
Kondep penjualan ini
berorientasi pada promosi, artinya produsen membuat produk kemudian berusaha
mempromosikan produk tersebut pada pelaku pasar atau konsumen. Produsen
beranggapan bahwa konsumen harus didorong atau diberi informasi sekaligus
dibujuk agar mereka mau membeli produk, jika konsumen tidak mengetahui adanya
produk, tidak mengetahui apa keunggulannya, maka konsumen tidak akan membeli
produk tersebut.
Konsumen akan membeli
produk jika sesuai dengan seleranya, artinya dapat memenuhi kebutuhan dan
keinginan dengan memuaskan., Agar selera konsumen terpenuhi baik masa kini
maupun uantuk masa yang akan datang, maka produsen sebaikanya mencari informasi,
mengadakan penelitian, observasi, wawancara tentang produk yang disenangi oleh
konsumen. Seandainya ini berjalan dengan baik, sudah pasti volume penjualan
suatu produk akan meningkat.
b. Mendapatkan laba tertentu
Terkait dengan hal di atas, ketika volume penjualan meningkat,
ini menunjukkan akan meningkatnya laba
pada perusahaan baik itu dari segi asset maupun dari segi kepercayaan
masyarakat terhadap perusahaan tersebut. Sesuai dengan teori, sifat kehidupan
bisnis ialah selalu menekankan segi ekonominya tapi pada dasarnya bisnis bukan
semata-mata hanya mencari laba tetapi juga harus memikirkan aspek sosial.
c. Menunjang pertumbuhan
perusahaan
Dengan melihat volume
penjualan produk pada suatu perusahaan meningkat secara tidak langsung akan
meningkatkan laba, dan dua hal ini akan menunjang pertumbuhan suatu perusahaan.
Oleh karena itu, perusahaan tersebut akan lebih dikenal oleh masyarakat karena
produknya dan juga karena kredibelnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar