Rabu, 31 Juli 2019

Tujuan Pemasaran


              1.    Tujuan Pemasaran
Adanya ungkapan yang menyatakan bahwa tak ada satu pun yang terjadi sampai adanya penjualan ini mengandung kebenaran, dunia bisnis dapat menginvestasikan uang dalam produksi, manajemen tetapi jika tidak menyediakan produk yang sesuai buat pasar, waktu, tempat dan harga yang tepat, maka semua usaha bisnisnya akan sia-sia. Kesukesesan suatu bisnis ditentukan oleh perjuangan pasar, dalam hal ini kita harus mengerti bagaimana marketing mempengaruhi kehidupan bisnis, terlebih dahulu harus mengetahui bagaimana peranan marketing dalam masyarakat.[1]
Setiap tindakan yang dilakukan apakah oleh perusahaan atau badan usaha tentu mengandung suatu maksud dan tujuan tertentu. Penetapan tujuan ini di sesuaikan oleh keinginan pihak manajemen itu sendiri. Badan usaha dalam menetapkan tujuan yang hendak dicapai dapat dilakukan dengan berbagai pertimbangan matang. Kemudian diterapkan cara-cara untuk mencapai tujuan tersebut.
Dalam praktiknya tujuan suatu perusahaan dapat bersifat jangka pendek maupun jangka panjang. Dalam jangka pendek biasanya hanya bersifat sementara dan juga dilakukan sebagai langkah untuk mencapai tujuan jangka panjang. Demikian pula dalam hal menjalankan kegiatan pemasaran suatu perusahaan memiliki banyak kepentingan untuk mencapai tujuan yang diharapkan.
Secara umum tujuan pemasaran bank untuk mecapai adalah untuk:[2]
a.       Memaksimumkan konsumsi atau dengan kata lain memudahkan dan meransang konsumsi, sehingga dapat menarik nasabah untuk membeli produk yang ditawarkan bank secara berulang-ulang.
b.      Memaksimumkan kepuasn pelanggan melalui berbagai pelayanan yang diinginkan nasabah. Nasabah yang puas akan menjadi ujung tombak pemasaran selanjutnya, karena kepuasan ini dapat di tularkan kepada nasabah malalui ceritanya (getuk tular).
c.       Memaksimumkan pilihan (ragam produk) dalam arti bank menyediakan berbagai jenis produk sehingga nasabah memiliki beragam pilihan pula.
d.      Memaksimumkan mutu hidup dengan memberikan berbagai kemudahan kepada nasabah dan menciptakan iklim yang efesien.
Kepuasan pelanggan dalam dunia perbankan harus diartikan secara menyeluruh, jangan sepotong-potong. Artinya, nasabah akan merasa puas  bila komponen kepuasan tersebut dapat terpenuhi secara lengkap. Berikut ini kepuasan nasabah dalam dunia perbankan sebagai berikut:[3]


a.       Tangibles
Merupakan bukti fisik yang harus dimiliki oleh karyawan bank,seperti gedung, perlengkapan kantor, daya tarik karyawan, sarana komunikasi, dan sarana fisik lainya. Bukti fisik ini akan terlihat secara lansung oleh nasbah. Oleh karna itu, bukti fisik ini harus menarik dan modern.
b.      Responsivitas
Yaitu adanya keinginan dan kemauan dalam memberi pelayanan kepada pelanggan. Unutu itu npihak manajemen bank perlu memberi motivitas yang besar agar seluruh karyawan bank  mendukung kegiatan pelayanan kepada nasabah tanpa pandang bulu. Akan lebih baik jika notivasi yang diberikan kepada kryawan akan memperoleh imbalan yang sesuai denagn kemampuannya.
c.       Assurance
Adanya jaminan bahwa karyawan memilki pengetahua,kompetensi kesopanan,dan sifat atau perilaku yang dapat di percaya. Hal ini penting agar nasabah akan transanksi yang mereka lakukan benar dan tepat sasaran.
d.      Reliabilitas
Yaitu kemampuan bank dalam memberikan pelayanan yang telah di janjikan dengan cepat,akurat serta memuaskan pelanggannya. Guna mendukung hal ini maka setiap karyawan bank sebaiknya di berikan pelatihan dan pendidikan guna meningkatkan kemampuannya.
e.       Empati
Yaitu mampu memberikan kemudahan serta menjalin hubungan dengan nasabah secara efektif. Kemudian juga mampu memahami kebutuhan individu setiap nasabahnya secara cepat dan tepat. Dalam hal ini masalah produser kerja dan di hubungkan dengan tingkat pelayanaan kepada nasabah.   
Adapun menurut Bukhari Alma tujuan pemasaran ada tiga, diantaranya adalah sebagai berikut : [4]
a.       Mencapai volume penjualan tertentu
Kondep penjualan ini berorientasi pada promosi, artinya produsen membuat produk kemudian berusaha mempromosikan produk tersebut pada pelaku pasar atau konsumen. Produsen beranggapan bahwa konsumen harus didorong atau diberi informasi sekaligus dibujuk agar mereka mau membeli produk, jika konsumen tidak mengetahui adanya produk, tidak mengetahui apa keunggulannya, maka konsumen tidak akan membeli produk tersebut.
Konsumen akan membeli produk jika sesuai dengan seleranya, artinya dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan dengan memuaskan., Agar selera konsumen terpenuhi baik masa kini maupun uantuk masa yang akan datang, maka  produsen sebaikanya mencari informasi, mengadakan penelitian, observasi, wawancara tentang produk yang disenangi oleh konsumen. Seandainya ini berjalan dengan baik, sudah pasti volume penjualan suatu produk akan meningkat.
b.      Mendapatkan laba tertentu
Terkait dengan hal  di atas, ketika volume penjualan meningkat, ini menunjukkan  akan meningkatnya laba pada perusahaan baik itu dari segi asset maupun dari segi kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan tersebut. Sesuai dengan teori, sifat kehidupan bisnis ialah selalu menekankan segi ekonominya tapi pada dasarnya bisnis bukan semata-mata hanya mencari laba tetapi juga harus memikirkan aspek sosial.
c.       Menunjang pertumbuhan perusahaan
Dengan melihat volume penjualan produk pada suatu perusahaan meningkat secara tidak langsung akan meningkatkan laba, dan dua hal ini akan menunjang pertumbuhan suatu perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan tersebut akan lebih dikenal oleh masyarakat karena produknya dan juga karena kredibelnya.



[1] Bukhari Alma, Pengantar Bisnis, (Bandung : CV. Alfa Bitha), h. 278
[2] Kasmir, Op. Cit., h. 66
[3] Ibid., h. 67
[4] Bukhari Alma, Op. Cit., h. 282

Tidak ada komentar:

Posting Komentar