A. Pemasaran Bank Syariah
1. Pengertian dan Pentingnya
Pemasaran
a. Pengertian Pemasaran
.
Pemasaran mengandung makna aktivitas manusia dalam hubungannya dengan pasar. Pemasaran berarti bekerja
dengan pasar untuk mengaktualisasikan pertukaran potensial dalam rangka
memuaskan kebutuhan dan keinginan manusia. Jika suatu pihak lebih aktif mencari
atau mengupayakan pertukaran dengan pihak lain, kita menyebut pihak pertama
tersebut dengan pemasar dan pihak kedua calon pembeli (prospek) pemasar adalah
: “orang yang mencari sumber daya dari orang lain dan bersedia menawarkan sesuatu
yang bernilai untuk dipertukarkan.” Pemasar mencari respon dari pihak lain,
baik untuk menjual sesuatu maupun untuk membeli sesuatu. Dengan kata lain,
pemasar bisa menjadi penjual atau pembeli. Misalnya ada beberapa orang yang
ingin membeli sebuah rumah, setiap calon pembeli akan berusaha memasarkan
dirinya supaya dipilih oleh si penjual. Para pembeli ini melakukan pemasaran
bila kedua belah pihak sama-sama aktif mengupayakan pertukaran. Keduanya kita sebut
sebagai pemasaran dan situasinya disebut pemasaran timbal balik.
Dalam
situasi normal pemasar adalah sebuah perusahaan yang melayani suatu pasar
pemakai aktif di tengan kompetisi. Setelah membahas konsep-konsep tersebut
maka, kita dapat mendefinisikan pemasaran sebagai berikut : Pemasaran adalah :
suatu proses sosial manajerial dimana individu dan kelompok mendapatkan
apa yang mereka butuhkan dan inginkan
melalui penciptaan penawaran dan pertukaran segala sesuatu yang bernilai dengan
orang atau kelompok lain. [1]
Pemasaran
adalah suatu proses sosial manajerial yang membuat individu dan kelompok
memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan lewat penciptaan dan
pertukaran timbal balik produk dan nilai dengan orang lain.
b. Pentingnya Pemasaran
Pertumbuhan dan perkembangan
bank syariah tidak terlepas dari peran dan tugas yang dilakukan oleh seorang
yang membidangi bagian pemasaran (marketing) dalam bank syariah tersebut. Salah
satu kegiatan bagian pemasaran adalah mempelajari produk yang akan ditawarkan
kepada calon nasabah kemudian mensosialisasikan produknya kepada masyarakat.
Begitu juga pada bank syariah, perlu sekali dilakukan sosialisasi kepada
masyarakat Muslim Indonesia. Yang tidak
kalah pentingnya adalah upaya-upaya memajukan bank syariah dengan komunikasi
pemasaran terpadu.[2]
Kegiatan pemasaran
selalu ada dalam setiap usaha, baik usaha yang bersifat profit maupun sosial.
Hanya saja sebagian pelaku pemasaran tidak atau belum mengerti ilmu pemasaran,
tetapi sebenarnya mereka telah melakukan usaha pemasaran. Yang dimaksud dengan
pemasaran adalah kegiatan manusia yang diarahkan untuk memuaskan kebutuhan dan
keinginan melalui proses pertukaran.[3] Menurut Philip Kolter mendefinisikan pemasaran
sebagai berikut: “ pemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial dimana
individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan melalui
penciptaan, penawaran, dan pertukaran segala sesuatu yang bernilai (product
of value) dengan orang atau kelompok lain.[4]
Pentingnya
pemasaran dilakukan dalam rangka memenuhi kebutuhan dan keinginan masyarakat
akan suatu produk atau jasa. Pemasaran akan menjadi semakin penting dengan
semakin meningkatnya pengetahuan masyarakat. Pemasaran juga dapat dilakukan
dalam rangka menghadapi pesaing yang dari waktu ke waktu semakin meningkat.[5]
Dalam melakukan
kegiatan pemasaran suatu perusahan memiliki beberapa tujuan yang hendak
dicapai, baik tujuan jangka pendek maupun tujuan jangka panjang. Dalam jangka
pendek biasanya untuk merebut hati konsumen terutama untuk produk yang baru
diluncurkan. Sedangkan dalam jangka panjang dilakukan untuk mempertahankan
produk-produk yang sudah ada agar tetap eksis.
a)
Dalam rangka memenuhi kebutuhan pelanggan akan
suatu produk maupun jasa
b)
Dalam rangka memenuhi keinginan para pelanggan
akan suatu produk maupun jasa
c)
Dalam rangka memberikan kepuasan semaksimal
mungkin terhadap pelanggannya
d)
Dalam rangka meningkatkan penjualan dan laba
e)
Dalam rangka ingin menguasai pasar dan menghadapi
pesaing
f)
Dalam
rangka memperbesar kegiatan usaha
Kegiatan pemasaran sebelumnya hanya
dilakukan oleh perusahaan yang
berorientasi profit saja, namun dewasa ini kegiatan pemasaran tidak hanya
dimonopoli oleh perusahaan yang berorientasi profit saja, bahkan usaha sosial
pun sudah mulai menggunakan pemasaran dalam rangka memenuhi kebutuhan dan
keinginan konsumennya.[7]
Bagi dunia perbankan yang merupakan
badan usaha yang berorientasi profit, kegiatan pemasaran sudah merupakan suatu
kebutuhan utama dan sudah merupakan suatu keharusan untuk dijalankan. Tanpa
kegiatan pemasaran jangan diharapkan kebutuhan dan keinginan pelanggannya akan
terpenuhi. Oleh karena itu, bagi dunia usaha apalagi seperti usaha perbankan
perlu mengemas kegiatan pemasarannya secara terpadu dan trus menerus melakukan
riset pasar.
Kegiatan pemasaran harus dikelola
secara profesional, sehingga kebutuhan dan keinginan pelanggan akan segera
terpenuhi dan terpuaskan. Pengelolaan pemasaran bank yang profesional inilah
yang disebut dengan manajemen pemasaran bank. Sehingga bank akan memperoleh
hasil yang optimal dari usaha yang dilakukannya.
Menurut Muhammad dalam memasarkan
produk-produk bank syariah dan memantapkan posisi bank syriah sebagai salah
satu upaya dalam strategi pemasaran diperlukan adanya kiat-kiat khusus,
sehingga bank syariah dalam operasionalnya dalam melayani jasa keuangan
masyarakat selalu berkembang dan bertahan dalam persaingan dengan lembaga
keuangan lainnya. Ia juga mengemukakan bahwa untuk mengembangkan bank syariah
harus ada dan dilakukan oleh seorang yang profesional dalam bidang pemasaran.[8]
Jika dilihat dari realita yang ada
bahwa masyarakat awam ketika baru mendengar istilah perbankan syariah,
memunculkan reaksi yang bermacam-macam. Ada yang menolak mentah-mentah, ada
yang setuju dan ada yang masih meragukan namun mereka tidak mau mempelajarinya.
Jika kondisi seperti ini dibiarkan begitu saja, maka maqasid syariah
tidak akan tercapai. Untuk itu kegiatan pemasaran oleh bank syariah adalah
harus dimulai dari teoritis sampai pada aplikasinya dan dijelaskan secara
ringkas serta mudah dipahami oleh masyarakat. Inilah tugas para marketing bank syariah sehingga
bank syariah dapat berkembang dengan cepat.
[3] Malayu SP. Hasibuan, Op.
Cit., h. 143
[4] Philip Kotler dkk, Op. Cit., h. 7
[5] Kasmir, Op. Cit., h. 59
[6] Ibid., h. 60
[7] Ibid
Tidak ada komentar:
Posting Komentar