Rabu, 31 Juli 2019

Lembaga Keuangan Mikro dalam Sistem Keuangan

Lembaga Keuangan Mikro dalam Sistem Keuangan
Sistem keuangan pada prinsipnya adalah kumpulan pasar, institusi, peraturan-peraturan dan teknik-teknik dimana surat-surat berharga diperdagangkan, tingkat bunga ditentukan, dan jasa-jasa keuangan di hasilkan dan ditawarkan keseluruh bagian dunia. Sistem keuangan merupakan salah satu kreasi yang paling penting dalam peradaban masyarakat modern. Tugas utamanya adalah mengalihkan dana (loanable fund) dari penabung kepada peminjam untuk kemudian digunakan membeli barang dan jasa-jasa disamping untuk investasi, sehingga ekonomi dapat tumbuh dan meningkatkan standar kehidupan. Oleh karena itu sistem keuangan memiliki peran yang sangat prinsipil dalam perekonomian dan kehidupan.[1]
Sistem keuangan dalam perekonomian modern memiliki sekurang-sekurangnya tujuh fungsi pokok sebagai berikut :
1.            Fungsi tabungan. Sistem pasar keuangan menyediakan instrumen untuk tabungan. Obligasi, saham dan instrumen utang lain diperjualbelikan di pasar uang dan pasar modal yang menjanjikan suatu pendapatan dan dengan resiko yang rendah bagi masyarakat penabung yang mengalir melalui pasar keuangan kemudian digunakan untuk investasi sehingga barang-barang dan jasa di produksi.
2.            Fungsi penyimpanan kekayaan. Instrumen keuangan yang diperjualbelikan dalam pasar uang dan pasar modal menyediakan suatu cara yang terbaik untuk menyimpan kekayaan (yaitu menahan nilai aset yang dimiliki) sampai dana tersebut dibutuhkan untuk dibelanjakan.
3.            Fungsi liquiditas. Kekayaan yang disimpan dalam bentuk instrumen keuangan dapat dengan mudah dicairkan melalui mekanisme pasar keuangan. Pasar uang dan pasar modal menyediakan suatu cara untuk mengkonversi instrumen-instrumen tersebut menjadi uang tunai. Lembaga keuangan depositori menyediakan berbagai alternatif instrumen simpanan yang memiliki tingkat likuiditas tinggi.
4.            Fungsi kredit/ pembiayaan. Disamping untuk menyediakan likuiditas dan mempermudah arus tabungan menjadi investasi dalam rangka menyimpan kekayaan, pasar keuangan juga menyediakan kredit untuk membiayai kebutuhan konsumsi dan investasi dalam ekonomi. Kredit merupakan pinjaman yang disertai dengan janji untuk membayar kembali di masa yang akan datang.
5.            Fungsi pembayaran. Sistem keuangan menyediakan mekanisme pembayaran atas transaksi barang dan jasa-jasa. Instrumen pembayaran yang tersedia antara lain cek, giro bilyet, kartu kredit, termasuk mekanisme kliring dalam perbankan.
6.            Fungsi resiko. Pasar keuangan menawarkan kepada unit usaha dan konsumen proteksi terhadap jiwa, kesehatan dan risiko pendapatan atau kerugian. Hal tersebut dapat dilakukan dengan menjual berbagai polis asuransi.
7.            Fungsi kebijakan. Pasar keuangan telah menjadi instrumen pokok yang dapat digunakan oleh pemerintah untuk melakukan kebijakan guna menstabilkan ekonomi dan mempengaruhi inflasi melalui kebijakan moneter.[2]
Sistem keuangan Islam yang berpilarkan prinsip bagi hasil sebagai pengganti bunga, memposisikan perbankan tidak hanya sebagai lembaga intermediasi keuangan, tetapi lebih pada lembaga intermediasi investasi (invesment intermediary). Hal ini karena hubungan antara Bank Islam dengan nasabah lebih dominan pada hubungan pemodal – pengusaha (shahibul maalmudharib) dari pada kreditur – debitur. Oleh akrena itu sistem keuangan Islam yang ideal akan ditandai oleh sinergisitas antara sektor keuangan dan sektor riil.[3]
Melemahnya produktivitas sektor riil akan secara langsung (lebih cepat) dirasakan pula oleh sektor keuangan, karena bagi hasil yang akan diterima oleh lembaga keuangan akan menurun. Sebaliknya jika sektor riil mengalami peningkatan produksi, maka dampaknya akan langsung dirasakan sektor keuangan. Dengan demikian jika sistem bagi hasil ini dapat berjalan dengan efisien, maka pertumbuhan ekonomi semu tidak akan terjadi dan investasi akan menuju pada proyek-proyek yang efisien (profitable).
Lembaga keuangan berperan sangat besar dalam pengembangan dan pertumbuhan masyarakat industri modern. Lembaga keuangan merupakan tumpuan bagi para pengusaha untuk mendapatkan akses modalnya melalui mekanisme pembiayaan dan menjadi tumpuan investasi melalui mekanisme saving.
Gambar : 2.1. Bentuk Sistem Keuangan di Indonesia[4]
Sistem Keuangan
Indonesia
Otoritas Moneter
Lembaga Keuangan
Bank Indonesia
Bank
Non Bank
Bank Umum
BPR
Bank Asing
Bank Campuran
Lembaga Pembiayaan Pembangunan
Lembaga Perantara, Penerbitan, Perdagangan Surat Berharga
Lembaga Keuangan Non Bank Lainnya Seperti BMT, dll

Tidak ada komentar:

Posting Komentar